10 Tips Cara Merawat Alternator Supaya Tidak Membuat Mobil Mogok di Jalan

Biasanya, ketika ada masalah pada kelistrikan mobil, vonis masalah ada pada aki mobil.

Untuk beberapa kasus hal tersebut tidak salah, namun alternator bermasalah juga mengganggu kinerja kelistrikan mobil.

Oleh karena itu, alternator atau dinamo ampere perlu dirawat mengingat perannya cukup penting sebagai pembangkit listrik mobil.

Dalam kondisi mesin nyala, alternator bekerja penuh menyediakan tenaga listrik untuk kebutuhan mobil.

Seperti menghidupkan lampu luar, lampu kabin, radio, wiper, AC, sampai klakson.

Makanya, tugas alternator terbilang berat dan terus menerus sehingga membutuhkan performa yang andal dan tahan lama.

Sumber Kerusakan Alternator

Alternator biasanya jarang sekali rusak kecuali masa pakai yang telah habis atau aus.

Namun alternator baru bisa rusak karena perlakuan yang salah.

Satu diantara penyebab kerusakan itu adalah beban listrik di mobil yang jauh lebih besar dibandingkan kapasitas maksimalnya.

Umumnya pabrikan merancang alternator dengan kapasitas tertentu sesuai kebutuhan normal listrik mobil.

Tapi karena kamu memodifikasi kelistrikan untuk kebutuhan lain, seperti upgrade audio atau pasang lampu tambahan, maka alternator bekerja melampaui kemampuannya.

Ditambah, karena minim perawatan atau modifikasi yang asal-asalan, terjadi masalah pada kelistrikan mobil dan membuat alternator overload.

Cara Merawat Alternator Mobil

Berikut cara merawat alternator mobil supaya awet.

1. Pastikan penggunaan listrik di mobil benar-benar tepat.

Penggunaan peranti elektronik yang banyak mengkonsumsi tenaga listrik juga harus dibatasi agar tidak melebihi kapasitas.

2. Pemasangan kutub-kutub dan kabel aki harus benar, termasuk kabel plus alternator ke kabel plus aki.

Jika pemasangannya tidak tepat bisa menyebabkan listrik boros dan berpotensi IC alternator cepat rusak.

3. Pastikan sabuk pengatur tegangan v-belt terpasang dengan benar.

Jika terlalu kencang maka putaran alternator dipaksa melebihi kapasitasnya, sedangkan kalau terlalu renggang membuat kinerja alternator turun.

4. Sebaiknya pasang pengaman pada kutub plus untuk menghindari kabel plus bersentuhan dengan badan alternator karena akan memicu hubungan arus pendek atau korslet.

5. Periksa kondisi alternator secara rutin bersamaan dengan waktunya servis berkala di bengkel resmi Toyota.

6. Cek kondisi sabuk pemutar alternator, jika sudah retak karena usia pakainya sudah habis harus segera diganti dengan belt baru.

7. Cek apakah ada suara dari alternator dan ada bau karet atau kabel terbakar dari alternator.

Bau kabel terbakar bisa ditimbulkan dari alternator yang overheat karena memberikan tenaga berlebihan pada rotor.

8. Lihat sinyal dari warning light atau lampu indikator di mobil.

Jika muncul simbol aki berwarna merah saat mesin mobil menyala menunjukkan ada masalah pada sistem pemasok listrik atau alternator.

9. Saat simbol aki warna merah muncul sesaat (1-2 detik) saat mobil melaju atau idle juga menunjukkan alternator mulai mengalami masalah.

Jika menyala terus artinya kondisi alternator sudah rusak parah dan berisiko mogok akibat alternator mati total.

10. Cek menggunakan voltmeter yang bisa mendeteksi performa aktual alternator.

Supaya lebih tenang, kamu bisa melakukan pengecekan alternator di bengkel resmi Toyota yang buka di masa libur Lebaran.

Sumber : toyota.astra.co.id

Write a comment